Tuesday, December 09, 2008

Declaration of Anti Corruption




In coincidence with the world anti-corruption day on 9 December 2008, The Indonesian Anti-Corruption Body/the Corruption Eradication Commission (KPK) invited 32 governors of all Indonesian provinces to declare combating corruption. Only 22 governers were present. Will it be only a lip-service pledge? will it be only a campaign commodity to sell a beauty in the beast to mesmerize the people?

Interestingly, one of the declaration statements suggests that corruption is not an Indonesian culture. They made a plea as follows:

Today, we are, on behalf of the children of the Indonesian nation, declaring that:

1. We will not commit corruption;
2. We develop the anti-corruption young generations;
3. We condemn any kind of corruption;
4. Corruption must be eradicated and diminished from the mother land of Indonesia;
5. We are committed to creating Indonesia as a free-corruption country.

[the following is the related-news in Bahasa]:

Bunyi Deklarasi Antikorupsi Indonesia

Kompas... Selasa, 9 Desember 2008

JAKARTA, SELASA - Ribuan massa yang terdiri dari berbagai elemen bangsa bersama KPK mendeklarasaikan perang antikorupsi, Selasa (9/12) hari ini.

Bunyinya:

Dengan Rahmat Tuhan YME, Kami, Anak Bangsa Indonesia meyakini bahwa:

Korupsi bukan budaya bangsa

Korupsi adalah kejahatan luar biasa

Korupsi merampas hak-hak rakyat untuk sejahtera

Korupsi menyengsarakan rakyat Indonesia

Korupsi merusak kehidupan berbangsa dan bernegara

Kami, anak bangsa, bertekad membebaskan Indonesia dari korupsi untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pada hari ini, kami mewakili anak bangsa Indonesia menyatakan:

1. Tidak akan melakukan perbuatan korupsi

2. Menciptakan generasi muda antikorupsi

3. Mengutuk segala bentuk perilaku korupsi

4. Korupsi harus dihancurkan dan dimusnahkan dari bumi pertiwi

5. Bertekad menjadikan Indonesia sebagai negeri yang bersih tanpa korupsi.

Jakarta, 9 Desember 2008

Anak Bangsa Indonesia

No comments: